Jakarta -
Komitmen dalam mendukung reintegrasi sosial mantan narapidana terorisme (napiter) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Detasemen Khusus 88 Antiteror secara langsung menyampaikan apresiasi atas peran aktif BLKK Teknik Pendingin Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel KSARBUMUSI dalam memberikan program reskilling kepada para eks napiter.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Irjen Pol Sentot Prasetyo Kadensus 88 AT bersama Brigjen Arif Machfudiarto Dir Idensos Densus 88 AT kepada Djoko Wahyudi dan Fadly Rahman atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina serta memberdayakan para peserta pelatihan.
Program pelatihan yang dijalankan meliputi keterampilan instalasi AC, maintenance, troubleshooting, hingga brazing. Para peserta juga terlibat langsung dalam praktik nyata dengan melakukan perawatan AC di rumah ibadah seperti masjid, mushola, dan gereja. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga menanamkan nilai sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Keahlian yang diperoleh menjadi bekal penting bagi para eks napiter untuk membangun kehidupan baru yang mandiri dan produktif. Namun demikian, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat luas. Penerimaan, kepercayaan, dan kesempatan yang diberikan akan menjadi kunci utama dalam memastikan mereka dapat benar-benar kembali dan berkontribusi secara positif.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi mampu menjadi solusi efektif dalam menciptakan stabilitas sosial. Lebih dari itu, peran aktif serikat pekerja dalam program ini menjadi inspirasi bahwa gerakan buruh juga memiliki kontribusi besar dalam membangun perdamaian dan masa depan bangsa yang inklusif.
BLKK FSPPG KSARBUMUSI telah melaksanakan program pelatihan keterampilan bagi mantan narapidana terorisme (ex napiter) sebanyak tiga angkatan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta membantu proses reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi peserta.
Total peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 30 orang yang terbagi dalam tiga angkatan. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan kerja, pengetahuan teknis, serta penguatan motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih produktif dan mandiri di tengah masyarakat.
Program pelatihan yang dilaksanakan oleh BLKK FSPPG KSARBUMUSI ini diharapkan mampu membuka peluang kerja dan usaha bagi para peserta, sehingga mereka dapat memiliki keterampilan yang bermanfaat dan berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, aman, dan harmonis.
Melalui pelatihan tersebut, BLKK FSPPG KSARBUMUSI terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja serta mendukung program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan