Menyalakan Cahaya bersama BLKK-FSPPG KSARBUMUSI

Menyalakan Cahaya bersama BLKK-FSPPG KSARBUMUSI
Artikel 58 views
Share WhatsApp Facebook X Telegram

Lima tahun lalu, tepatnya pada 4 Mei 2021, di saat dunia diliputi ketidakpastian akibat pandemi, lahirlah sebuah harapan yang tidak hanya menjawab kegelisahan zaman, tetapi juga berakar kuat pada nilai dan visi besar. BLKK FSPPG KSARBUMUSI tidak sekadar didirikan sebagai program pelatihan, melainkan sebagai wujud nyata ikhtiar untuk menyalakan kembali harapan di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja dan meningkatnya pengangguran. Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional, dengan dukungan Ibu Ida Fauziah sebagai Menteri Ketenagakerjaan RI saat itu, langkah ini dimulai dengan keyakinan yang dalam: bahwa masa depan Indonesia tidak boleh diserahkan pada keadaan, tetapi harus diperjuangkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang terampil, relevan, dan berdaya saing.

Lebih dari itu, berdirinya BLKK FSPPG KSARBUMUSI terinspirasi oleh pemikiran Almarhum Drs. H. TH Muhammad Gobel, yang meyakini bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada kualitas manusianya. Melalui falsafah pohon pisang, beliau mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana namun mendalam: bahwa setiap bagian dari kehidupan harus memberi manfaat. Pohon pisang tidak hanya berbuah, tetapi seluruh bagiannya—dari akar, batang, daun, hingga jantungnya—memberi nilai bagi kehidupan. Inilah filosofi tentang pentingnya pembangunan sumber daya manusia sekaligus panggilan untuk terus memberi kebermanfaatan bagi masyarakat dan negara.

Hari ini, tantangan itu masih nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Februari 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia masih berada di kisaran 7,2 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekitar 4,8%. Lebih dari itu, persoalan besar yang kita hadapi bukan hanya jumlah pengangguran, tetapi juga mismatch skill—ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Banyak yang ingin bekerja, tetapi tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan; sementara industri membutuhkan tenaga kerja, tetapi sulit menemukan yang siap pakai.

Di sinilah BLKK FSPPG KSARBUMUSI mengambil peran yang lebih dari sekadar lembaga pelatihan—ia menjadi bagian dari solusi. Dengan telah melatih lebih dari 15.000 tenaga terampil di bidang teknik pendingin dari berbagai latar belakang—guru, teknisi, installer, siswa SMK, korban PHK, hingga eks napiter—BLKK ini menghadirkan jawaban nyata atas dua persoalan sekaligus: mengurangi pengangguran dan menjembatani mismatch skill. Pelatihan yang diberikan tidak hanya berbasis teori, tetapi berorientasi pada kebutuhan industri, sehingga setiap lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya dan mandiri.

Apa yang dilakukan BLKK FSPPG KSARBUMUSI adalah bukti bahwa harapan itu bisa diciptakan. Bahwa di tengah angka-angka pengangguran yang kerap terasa dingin dan jauh dari rasa, ada upaya nyata yang menghangatkan—memberi kesempatan kedua, mengembalikan kepercayaan diri, dan membuka jalan hidup baru bagi ribuan orang.

Karena pada akhirnya, membangun Indonesia bukan hanya tentang menurunkan angka pengangguran, tetapi tentang membangun manusia. Manusia yang terampil, bermartabat, dan berdaya. Manusia yang, seperti falsafah pohon pisang yang diwariskan Almarhum TH Muhammad Gobel, hidup untuk memberi manfaat—bagi sesama, bagi masyarakat, dan bagi negeri.

Jakarta 4 Mei 2026
Djoko Wahyudi
Direktur BLKK Teknik Pendingin FSPPG

Diposting pada 04 Mei 2026