Jakarta - Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) mengadakan dialog konstruktif sebagai upaya untuk memajukan sistem jaminan sosial di Indonesia. Bahasan terkait jaminan sosial bagi pekerja informal. Acara berlangsung di Dirga Coffee Lebak Bulus Jakarta selatan (Selasa, 04/11). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan, membahas tantangan, dan mencari solusi bersama dalam meningkatkan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja.
Melalui dialog ini, K-Sarbumusi menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh serta memperkuat peran serikat pekerja dalam pembangunan nasional. Dialog ini dibuka dengan sambutan panitia pelaksana Masykur Isnan yang juga sebagai salah satu pengurus LBH K-Sarbumusi dan Presiden Ksarbumusi Ilham Ali Saifuddin. Moderator dalam acara ini Reti Sudarto. Pembicara diantaranya Wakil presiden K-Sarbumusi Djoko Wahyudi, Hendra Nopriansyah dari BPJS Ketenagakerjaan, dan Christian H Panjaitan dari International Labour Organization.
Dialog ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, pengusaha, hingga organisasi serikat pekerja lainnya. Beberapa peserta memberikan pandangannya terkait pelaksanaan program jaminan sosial yang mencakup aspek kesehatan, ketenagakerjaan, dan perlindungan hari tua. Kehadiran beragam pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk perbaikan sistem jaminan sosial di masa depan.
Dialog ini menjadi momentum strategis untuk membangun kesepahaman dan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh pekerja Indonesia. Dialog ini juga menyoroti berbagai inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan jaminan sosial. Hasil dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rekomendasi kebijakan, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat perlindungan sosial di Indonesia. (FR)